HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

GOR Sidoarjo Keropos Sebelum Waktunya, GRIB Jaya Desak Audit Investigatif


SIDOARJO - Proyek rehabilitasi Gelanggang Olahraga (GOR) Sidoarjo yang menelan anggaran fantastis kini menjadi sorotan tajam. Meski baru saja selesai dan mulai dioperasikan, fasilitas yang digadang-gadang menjadi ikon kebanggaan warga Delta ini justru menunjukkan tanda-tanda kerusakan dini yang memprihatinkan.

​Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi fisik bangunan mulai menunjukkan degradasi kualitas. Beberapa titik krusial pada tiang penyangga berbahan besi terpantau mengalami korosi (keropos) yang cukup parah. 

Selain masalah struktural pada besi, lantai di area fasilitas juga mulai mengalami keretakan di berbagai sudut. Pengerjaan finishing yang terkesan terburu-buru dan asal-asalan memperkuat dugaan adanya ketidaksesuaian spesifikasi dalam proses konstruksi.
​Menanggapi fenomena "proyek seumur jagung" ini, Ketua DPC GRIB Jaya Kabupaten Sidoarjo, Selamet Joko Anggoro, angkat bicara dengan nada keras. Ia menilai kerusakan ini adalah bukti nyata lemahnya pengawasan dari dinas terkait terhadap kontraktor pelaksana.

​"Kami sangat menyayangkan kondisi GOR Sidoarjo. Sangat tidak masuk akal bangunan yang baru selesai dikerjakan sudah keropos dalam hitungan bulan. Ini bukan sekadar masalah teknis, tapi ada indikasi kuat lemahnya pengawasan dan potensi penyimpangan anggaran," ujar Selamet Joko Anggoro saat ditemui di sekretariat DPC GRIB Jaya Sidoarjo.

​Lebih lanjut, Selamet menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat fasilitas publik yang dibiayai pajak masyarakat dikerjakan dengan kualitas rendah.

​"Kami mendesak Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk segera melakukan audit investigatif secara menyeluruh. Jangan hanya perbaikan tambal sulam. Kami ingin transparansi anggaran dibuka ke publik.

GRIB Jaya akan mengawal kasus ini hingga ada pertanggungjawaban konkret dari pihak kontraktor maupun dinas terkait. Jika ditemukan unsur pidana atau korupsi, harus diproses hukum!" tegasnya.

​Kondisi GOR Sidoarjo ini memicu gelombang mosi tidak percaya dari masyarakat terhadap sistem pengadaan jasa konstruksi di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Publik kini menunggu langkah tegas dari Bupati maupun Inspektorat untuk mengevaluasi kinerja rekanan (kontraktor) yang mengerjakan proyek tersebut.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak dinas terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai teknis perbaikan maupun status pemeliharaan bangunan yang mulai rusak tersebut. Masyarakat berharap agar GOR Sidoarjo dapat segera dikembalikan fungsinya dengan standar keamanan dan kualitas yang layak, bukan sekadar fasilitas mewah dengan kualitas murahan. (Is)
Posting Komentar